TINDAKAN YANG LAHIR DARI KASIH
Yohanes 14:15-17
Celia, seorang ibu dengan dua anak remaja, jatuh sakit. Bagas, anak pertama Celia, berusaha merawat ibunya dengan penuh kasih. “Bagas, kamu harus tetap sekolah. Bagaimanapun, pendidikan itu penting sebagai bekalmu. Segeralah ke sekolah ya. Ibu sudah lebih baik.” Bagas sebenarnya ingin merawat ibunya, tetapi karena Bagas sangat mengasihi ibunya, maka ia taat pada pesan sang ibu. Bagas pun pergi ke sekolah untuk belajar segiat-giatnya.
Yesus tahu bahwa waktu-Nya telah tiba untuk berpisah dengan para murid-Nya. Perpisahan adalah momen yang mengharukan, tapi sekaligus momen penting untuk memberikan pesan yang kuat. Yesus sadar bahwa para murid-Nya begitu mengasihi-Nya. Karena itu, Yesus berkata bahwa jikalau mereka mengasihi diri-Nya, maka mereka akan menuruti perintah-perintah-Nya. Dengan kata lain, menuruti perintah Yesus adalah wujud nyata kasih seorang murid kepada Yesus.
Bagaimana dengan kita? Apa dasar kita melakukan suatu tindakan? Seorang ibu yang mengasihi keluarganya, pergi bekerja dengan antusiasme dan rasa tanggung jawab. Seorang bapak yang mengasihi keluarganya, akan mengatur waktu sebaik mungkin, agar aneka tanggung jawabnya tidak terbengkalai. Seseorang yang punya kasih dalam dirinya, akan berupaya untuk melakukan hal-hal yang baik, agar Tuhan dipermuliakan melalui hidupnya. Tanpa kasih, seseorang hanya melakukan apa yang diingininya. (Wasiat)
REFLEKSI: Tindakan-tindakan baik yang kita lakukan